5 Langkah Memulai Bisnis Frozen Kebab

Sudah taukan kalau bisnis kebab itu salah satu pilihan dalam mulai bisnis kuliner? Maka tidak aneh jika bisnis ini mulai tampak di mana-mana. Namun, tentu bagi yang awam tertanya-tanya bagaimana jika mau masuk ke dalam bisnis yang satu ini?

Apakah bisnis kebab selalu identik dengan gerobak? Apa pertimbangan-pertimbangan sebelum masuk ke dalam bisnis kebab ini? Pada kesempatan ini, saya akan mengulas 5 langkah memulai bisnis frozen kebab.

1. Tetapkan tujuan utama

Pertama-tama, bagi siapapun wajib untuk tetapkan tujuan masuk ke bisnis frozen kebab ini. Tujuan ini maksudnya alasan kenapa kamu berbisnis frozen kebab? Misal, apakah untuk iseng-iseng belajar bisnis, kerjaan sampingan atau bisnis utama.

Karena, tujuan akan menentukan tindakan-tindakan kamu selanjutnya. Manapun tujuan tersebut boleh jadi kamu bisa mulai dulu dengan menjadi agen atau reseller dari brand frozen kebab tertentu. Tanpa perlu keluar biaya & tenaga yang besar untuk produksi sendiri.

Tujuan selanjutnya adalah tujuan pasar atau bahasa kerennya target market. Lakukan minimal sedikit analisis kepada siapa produk frozen kebab ini akan dipasarkan. Beda target beda perlakuan. Pesan saya, ā€œJangan pernah jual suatu barang kepada semua orangā€. Ada kelompok orang yang penting bisa makan, ada kelompok yang mementingkan kemasan dan layanan bahkan ada orang yang sangat detil dengan komposisi.

2. Ujicoba kecil-kecilan

Pada tahapan ini, yang biasa dilakukan adalah untuk validasi tujuan ataupun rencana awal. Apakah benar kelompok sasaran itu wujud, respon mereka. masukan mereka, seberapa besar kelompok yang disasar. Ibarat mau masuk sebuah kolam atau lautan, coba masukan satu kaki dulu. Untuk tahu kemungkinan besaran peluang sama risiko yang kamu sanggup terima.

Termasuk juga uji coba racikan yang pas seperti apa, packaging yang mau dipakai bagaimana sehingga nanti bisa ditentukan biaya pembuatan dan menentukan berapa harga jual. Saya sangat menyayangkan mereka yang menetapkan harga jual berdasarkan harga yang berlaku pada pasar. Tidak ada yang salah, hanya setidaknya, kamu harus tahu persis berapa biaya untuk sebuah produk yang akan kamu jual.

Selain itu, dalam ujicoba ini, kamu bisa sekalian kumpulkan testimoni masukan sebagai bahan pemasaran kamu. Komentar yang buruk bisa sebagai perbaikan, yang bagus bisa dibuat jadi testimoni. Tidak perlu baper dengan semua masukan ya.

3. Siapkan perangkat bisnis

Selanjutnya, yang tidak kalah penting, tentukan nama brand bisnis atau produk kamu. Sebagaimana orang tua memberikan nama pada anak yang ada harapan, doa dan pembeda. Lakukan hal yang sama pada bisnis atau produk kamu.

Tidak perlu aneh-aneh atau nyeleneh. Pastikan mudah disebut dan diingat oleh orang dan tidak pasaran. Kamu bisa cek sebuah nama sudah dipakai atau belum pada produk yang sama atau belum dengan cek di media sosial, website maupun direktorat HAKI. Supaya kedepan dalam pengembangan bisnis, nama brand kamu nggak terhambat peraturan.

Hal-hal lain juga untuk pertimbangkan, jika bisa siapkan satu nomer khusus untuk melayani bisnis kamu ini, social media sampai juga rekening khusus. Untuk tahap awal mungkin tidak masalah jika memakai pribadi. Namun kedepan pasti kehidupan sehari kamu bakal terganggu jika antara pribadi dan bisnis terus digabung. Nanti saya akan bahas khusus kenapa harus dipisah antara urusan pribadi dan bisnis meski bisnis itu milik kamu sepenuhnya.

4. Mulakan dengan pemasaran gratis (berbiaya rendah)

Perlu ingat pasarkan dan menjual hal yang berbeda ya. Pemasaran dengan bahasa mudah fahamnya adalah perkenalkan kepada orang (sasaran pasaran) supaya mereka tahu kita ada produk yang mereka perlukan.

Sebagian besar orang masih menganggap kalau pemasaran itu buang-buang duit, termasuk saya dulunya. Iya benar. Tapi lebih merugikan jika kita mulakan sebuah bisnis pada waktu sekarang tanpa melakukan apa-apa pemasaran. Yang lakukan pemasaran belum tentu dikenal orang sampai dibeli, apalagi yang tidak mau muncul untuk buat orang tahu.

Jika memang minim anggaran, sangat banyak cara yang bisa dipakai dengan minim biaya. Saya sebut minim, karena kamu tetapkan perlukan usaha untuk melakukannya. Seperti postingan yang bagus di sosial media baik berupa tulisan, foto atau video.

5. Evaluasi & lakukan perbaikan bertahap

Yang kelima, yakinlah tak ada hal yang sempurna. Artinya selalu ada celah untuk lakukan perbaikan pada bisnis kita. Baik itu dari pemasaran, layanan kepada pelanggan, produk dan macam-macam lagi. Tapi ingat, belum tentu meniru suatu hal pada pesaing akan menjadikan bisnis kita sebagus mereka. Selalu ukur baju di badan sendiri.

Artinya perbaiki sesuai kebutuhan bisnis sendiri berdsarkan prioritas. Sesuaikan juga dengan anggaran kita. Boros dalam melakukan perbaikan juga bisa menghancurkan bisnis sendiri karena aliran keuangan yang terganggu.

Demikian 5 langkah memulai bisnis frozen kebab. Jika kamu dapat manfaat dari artikel ini, bantu saya sebarkan kepada mereka yang memerlukan.

šŸ’µBisnis

Bagikan Artikel Ini :